(021) 424 8790 / 422 0214 info@inharmonyclinic.com

Tips Mengatasi Batuk Saat Hamil

Ibu hamil tidak boleh sembarangan mengonsumsi obat karena apapun yang dikonsumsi akan berdampak pada pertumbuhan janin. Begitu pula ketika sakit, ada kekhawatiran bahwa penyakit ibu hamil akan menulari janin bila tidak diobati. Sehingga sakit ringan sekalipun seperti batuk dan pilek dapat membuat ibu hamil panik dan bingung bagaimana cara menanganinya.

Oleh karena itu, penting untuk menjaga kesehatan selama kehamilan. Bagaimana caranya? Selain menerapkan gaya hidup sehat dan menjaga kebersihan, imunisasi pada ibu hamil juga dapat menjauhkan ibu hamil dari batuk.

Pada trismester ketiga tiap kehamilan, ibu hamil perlu mendapat vaksin batuk rejan atau pertusis yang dikenal dengan imunisasi DPT (Difteri, Pertusis, dan Tetanus). Bahkan, wanita yang telah mendapat imunisasi ini sebelum hamil juga perlu melakukan imunisasi lagi ketika hamil.

Imunisasi penting karena ibu hamil rentan terkena komplikasi flu, seperti pneumonia, infeksi sinus, maupun bronkitis. Komplikasi ini meningkatkan risiko bayi lahir prematur atau cacat. Segera periksa ke dokter jika mengalami gejala berikut :

  • Muntah-muntah yang parah.
  • Sulit bernapas.
  • Pusing.
  • Dada terasa sesak atau nyeri.
  • Pendarahan pada vagina.
  • Pergerakan janin dalam kandungan terasa melemah.

Vaksin atau imunisasi dapat diberikan pada ibu hamil ketika kandungan berusia 27-36 minggu. Dua minggu setelah vaksinasi, kadar antibodi di dalam darah ibu hamil mencapai jumlah maksimal. Sebagian antibodi akan ditransfer ke bayi guna melindunginya dari batuk rejan pada masa awal kehidupannya.

Author Info

admin

No Comments

Post a Comment