(021) 424 8790 / 422 0214 info@inharmonyclinic.com

Pencegahan dengan Imunisasi Tifoid
Vaksin tifoid atau tipes dapat membantu mencegah terjadinya demam tifoid yang sangat membahayakan penderitanya. Imunisasi ini direkomendasikan untuk diberikan pada orang-orang yang hendak berpergian ke daerah dimana daerah banyak penduduknya terkena wabah demam tifoid. Orang-orang yang tinggal bersama dengan carrier (pembawa bakteri atau penderita) adalah orang-orang yang memiliki risiko tinggi untuk terkena infeksi bakteri termasuk misalnya petugas laboratorium.

Imunisasi Tifoid

Setelah imunisasi Tifoid, biasanya seseorang akan memiliki perlindungan minimal selama 2 tahun sampai dengan 5 tahun. Namun, infeksi masih bisa terjadi jika banyak bakteri tertelan masuk ke dalam saluran cerna. Orang yang suka berpergian ke daerah-daerah sebaiknya menghindari makan sayuran mentah dan makanan lainnya yang disajikan atau disimpan di dalam suhu ruangan. Sebaiknya mereka memilih makanan yang masih panas atau makanan yang dibekukan, minuman kaleng dan buah berkulit yang bisa dikupas.

Harga imunisasi tifoid tidaklah mahal, harganya terjangkau. Pertimbangkanlah untuk mendapatkan imunisasi tifoid sebagai investasi untuk kesehatan Anda. Tentunya mendapatkan imunisasi tifoid lebih ekonomis dari sisi waktu dan finansial jika dibandingkan dengan terserang penyakit tipes

Pengobatan bila sudah terjangkit Demam Tifoid
Dengan pemberian antibiotik, demam akan cepat menghilang, biasanya hanya sekitar 3-5 hari, dibandingkan dengan tanpa antibiotika yang bisa sampai 3-4 minggu. Selain itu, dengan pemberian antibiotik risiko terjadinya kematian juga turun sampai kurang dari 1%. Pemulihan sempurna bisa terjadi dalam waktu beberapa minggu atau bulan.

Antibiotik chloramphenicol digunakan di seluruh dunia. Namun, antibiotik ini dapat merusak sel-sel pada sumsum tulang yang merupakan tempat pembentukan sel-sel darah. Bakteri Salmonella typhi juga mulai menjadi semakin resisten terhadap antibiotik ini. Untuk itu, antibiotik lain, seperti ceftriaxone, ciprofloxacin, atau azithromycin seringkali digunakan. Orang-orang yang juga sampai mengalami penurunan kesadaran, koma, atau syok juga dapat diberikan kortikosteroid.

Pada sekitar 10-20% penderita yang diberikan antibiotik, infeksi dapat kambuh kembali, sekitar 1 minggu setelah pengobatan dihentikan. Infeksi ini lebih ringan dibandingkan infeksi awalnya, dan dapat diobati dengan cara yang sama.

Seorang carrier tidak boleh bekerja pada bidang yang berhubungan dengan makanan. Pemberian antibiotik selama 4-6 minggu biasanya dapat menghilangkan bakteri pada banyak carrier. Namun, jika seorang carrier memiliki kelainan pada traktus bilier atau traktus urinarius (misalnya batu pada kandung empedu atau batu ginjal), maka diperlukan tindakan pembedahan untuk memperbaiki kelainan-kelainan ini sebelum bakteri tersebut dapat dihilangkan.