(021) 424 8790 / 422 0214 info@inharmonyclinic.com

Tes Mantoux / tuberculin (tuberculin skin test) merupakan alat diagnostik yang memiliki sensitivitas cukup tinggi untuk mendiagnosis adanya infeksi tuberkulosis.

Instrumen tes mantoux

Test mantoux adalah suatu cara yang digunakan untuk mendiagnosis adanya kuman TBC di tubuh. Tes ini dilakukan dengan menyuntikan suatu protein yang berasal dari kuman TBC sebanyak 0,1 ml dengan jarum suntik kecil di bawah lapisan atas kulit lengan bawah sebelah kiri.
Bagaimana Cara Penggunaan Tes Mantoux / Tuberculin ?
Penyuntikan dilakukan secara intrakutan (ke dalam kulit). Agar hasilnya akurat, penyuntikannya harus benar-benar teliti. Bahan yang dimasukkan harus dengan dosis tepat dan masuk sepenuhnya ke dalam kulit, bukan di bawah kulit. Kemudian, reaksi yang dihasilkan harus dibaca tepat waktu.
Untuk memastikan Anda atau anak Anda terinfeksi TBC atau tidak, dapat dilihat indurasinya dalam waktu 48-72 jam setelah tes dilakukan. Indurasi ini ditandai dengan bentuk kemerahan dan benjolan yang muncul di area sekitar suntikan. Bila nilai indurasinya 0-4 mm, maka dinyatakan negatif. Bila 5-9 mm, bisa jadi Anda terinfeksi kuman TBC , sedangkan di atas 10 mm dinyatakan positif.
Setelah hasil Mantoux dinyatakan positif, Anda sebaiknya mengikuti serangkaian pemeriksaan lainnya. Salah satunya adalah rontgen yang bertujuan mendeteksi TBC melalui kondisi paru-paru yang tergambar dalam foto rontgen. Tes mantoux dilakukan lebih dulu karena hasil rontgen tidak dapat diandalkan untuk menentukan adanya infeksi kuman TB. Bercak putih yang mungkin terlihat pada hasil foto bisa memiliki banyak penyebab. Anak yang sedang menderita batuk pilek pun kemungkinan memiliki bercak putih di paru. Jadi, rontgen saja tidak cukup. Tes mantoux harus dilakukan terlebih dahulu jika ada kecurigaan infeksi TBC.

Siapa yang perlu mendapat tes Mantoux / Tuberculin ?
Perlu dilakukan mantoux test saat gejala-gejala berikut ini muncul pada seseorang :
 Masalah Makan dan Berat Badan (sulit naik)
 Mudah sakit. Lemah, letih, lesu dan tidak bersemangat dalam melakukan aktivitas.
 Reaksi cepat BCG.
 Batuk berulang.
 Benjolan di leher.
 Demam dan berkeringat di malam hari
 Diare terus menerus/ sering diare
Pembacaan dan Interpretasi Tes Mantoux
Hasil tes Mantoux dibaca dalam 48-72 jam, lebih diutamakan pada jam ke 72. Meski begitu, reaksi positif yang muncul setelah 96 jam masih dianggap valid. Bila pasien tidak kontrol dalam 96 jam dan hasilnya negatif, maka tes Mantoux harus diulang.
Kemungkinan yang perlu dipikirkan jika hasil tes mantoux Anda positif adalah :
1. Anda terinfeksi tuberkulosis secara alamiah
2. Infeksi TB Anda mencakup infeksi TB laten, sakit TB aktif, atau pasca terapi TB.
3. Pernah mendapat imunisasi BCG (pada anak dengan usia kurang dari 5 tahun)
4. Pada pasien usia kurang dari 5 tahun dengan riwayat vaksinasi BCG kecurigaan ke arah infeksi alamiah TB bila hasil indurasi > 15 mm.
5. Infeksi mikobakterium atipik
Selain itu, hasil uji Mantoux > 5 mm dapat dipertimbangkan positif pada pasien tertentu, yaitu :
a. Pasien dengan infeksi HIV
b. Pasien yang memiliki transplantasi organ atau mendapat imunosupresan jangka panjang seperti pasien dengan sindrom nefrotik

 

 

Anergi
Pasien-pasien tertentu yang terinfeksi tuberkulosis mungkin dapat menunjukkan hasil tes Mantoux yang negatif. Kondisi demikian disebut dengan anergi. Anergi kemungkinan terjadi pada pasien karena:
1. Berbagai faktor indvidual seperti usia, nutrisi, gagal ginjal, imunosupresi karena obat (seperti kortikosteroid) atau penyakit (seperti kanker, infeksi HIV, dan sarcoidosis)
2. Infeksi virus (seperti Campak,Mumps, Rubella, mononucleosis, Varicella, dan influenza) dapat menurunkan reaktivitas tuberkulin selama beberapa bulan
3. Setelah vaksinasi dengan vaksin virus hidup seperti Campak, Mumps, dan Rubella (MMR) reaktivitas tuberkulin bisa turun. Oleh sebab itu, uji mantoux tidak dapat dilakukan bersamaan dengan imunisasi MMR. Uji Mantoux bisa diberikan dalam waktu 4-6 minggu setelah imunisasi MMR.
4. Pasien dengan sakit TB berat seperti TB milier dan meningitis TB
5. Mengingat masa yang diperlukan untuk terbentuknya cellular mediated immunity sejak masuknya kuman TB adalah 2-12 minggu, maka hasil negatif pada pasien yang memiliki kontak erat dengan penderita TB dewasa masih mungkin salah karena pasien bisa jadi sedang dalam masa inkubasi.
Info Untuk DOKTER :
Apa beda PPD 5 TU dan PPD 2 TU dan PPD 23 RT ?
Tuberkulin PPD RT 23 (2 TU) adalah turunan protein yang dimurnikan, dihasilkan dari kultur tujuh strain bakteri Mycobacterium tuberculosis. Berupa larutan jernih, tidak berwarna sampai kuning muda. Satu dosis (0,1 ml) mengandung kekuatan 2 TU (Tuberculin Units), yang setara dengan 0,04 μg Tuberkulin PPD RT 23.
Tuberkulin standar ada 2 yaitu PPD-S dan PPD RT 23, dibuat oleh Biological Standards Staten,Serum Institute, Copenhagen, Denmark. Dosis standard 5 TU PPD-S sama dengan dosis 1 / 2 TU PPD RT 23. WHO merekomendasikan penggunaan 1 TU PPD RT 23 Tween 80 untuk penegakan diagnosis TB guna memisahkan terinfeksi TB dengan sakit TB
Penyimpanan Reagen :
PPD RT 23 harus disimpan pada suhu antara +2oC dan +8oC. Terlindung dari cahaya. Jangan dibekukan. Setelah Dibuka, isi vial harus digunakan dalam 24 jam. Setelahnya jika ada sisa, harus dibuang.
Perhatian :
Pada daerah penyuntikan tidak boleh :
– Digaruk ataupun digosok
– Diberikan antiseptik, sabun, atau zat-zat tertentu
– Ditutup dengan plester
Di Mana Anda Dapat Membeli Alat Tes ini?
Saat ini sulit sekali mendapatkan reagen PPD 5 TU di Indonesia, namun In Harmony Clinic memiliki Reagen tersebut yang kami dapat dari relasi langsung di luar negeri. Oleh karena itu bagi Dokter, Profesor, Perawat dan Klinisi ataupun laboratorium yang membutuhkan reagen tes Tuberkulin ini dapat menghubungi :
Jl Percetakan Negara IV B No 48
(Seberang Penjara Salemba, Belakang Klinik 24 Jam Rawasari )
Jakarta Pusat
Telp 021 422 0214 / 021 424 8790
CALL NOW !!! Persediaan Terbatas.