imunisasi polio anak

Seputar Imunisasi Polio

Polio merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang ada di dalam saluran pencernaan dan tenggorokan. Guna mencegah munculnya penyakit ini, anak perlu mendapatkan imunisasi pada usia balita, baik imunisasi polio oral, maupun imunisasi polio suntik. Dosis penguat (booster) bisa diberikan pada usia 18 bulan hingga 5 tahun. Namun jika anak terlambat mendapatkan imunisasi polio, menurut rekomendasi IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), anak boleh diberikan imunisasi susulan hingga berusia 18 tahun. Namun pemberian 4 dosis imunisasi polio yang paling optimal adalah saat anak berusia 0-4 bulan.

Polio merupakan penyakit yang menakutkan, karena seseorang yang terinfeksi virus polio beresiko mengalami cacat atau kelumpuhan permanen. Bahkan kondisi ini bisa menyebabkan kematian karena kelumpuhan yang ditimbulkan oleh virus polio bisa memengaruhi sistem pernafasan, membuat bernafas saja akan mejadi sangat sulit. Penyakit ini juga dapat menjangkit tanpa menimbulkan gejala apapun, sehingga penyebarannya bisa sulit dideteksi. Virus ini mampu menular melalui kontak dengan cairan yang keluar dari hidung, mulut, dan tinja seseorang yang terinfeksi.

Imunisasi Polio

Imunisasi polio merupakan proses yang dibutuhkan untuk melindungi tubuh dari poliomyelitis atau infeksi virus polio, kondisi yang dapat membahayakan dan mengancam nyawa penderitanya. Setidaknya ada dua jenis imunisasi ini yang perlu Anda ketahui dan wajib diberikan kepada anak. Pertama, OPV atau imunisasi polio oral  yang merupakan virus polio yang sudah dilemahkan, diberikan dengan cara meneteskan vaksin polio ke dalam mulut pasien. Yang kedua adalah IPV atau imunisasi polio suntik yang menggunakan virus polio yang sudah dimatikan dan kemudian diberikan melalui suntikan pada lengan atau paha pasien.

Menurut rekomendasi IDAI, anak sebaiknya mendapatkan dosis pertama vaksin polio ini segera setelah kelahiran secara oral (OPV). Ketiga imunisasi berikutnya diberikan saat anak berusia 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan yang mana salah satu diantara dosis tersebut setidaknya harus berupa IPV. Dosis penguat atau booster diberikan saat usia diantara 18 bulan hingga 5 tahun.

Efek Samping 

Meski imunisasi polio merupakan hal yang wajib dilakukan agar anak terhindar dari polio, seperti obat pada umumnya, terkadang vaksin polio bisa menimbulkan efek samping. Baik OPV maupun IPV jarang menyebabkan efek samping yang serius. Efek samping yang dapat muncul diantaranya : sakit di bekas suntikan, nyeri sendi, dan demam ringan. Pemberian OPV juga berpotensi menimbulkan diare. Reaksi alergi juga bisa muncul namun kemungkinannya lebih jarang lagi; bisa jadi hanya muncul sekali dalam satu juta dosis.

Perhatikan Hal Ini Sebelum Anak Imunisasi Polio

imunisasi polio merupakan salah satu imunisasi yang wajib dilakukan jika Anda tidak ingin anak Anda terkena polio

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, imunisasi polio merupakan salah satu imunisasi yang wajib dilakukan jika Anda tidak ingin anak Anda terkena polio hingga lumpuh atau bahkan meninggal. Tapi ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum melakukan imunisasi polio. Ada beberapa kondisi tertentu yang mengharuskan anak untuk tidak melakukan imunisasi atau menunda pemberian imunisasi.

Jika anak Anda mengalami reaksi alergi yang parah terhadap imunisasi polio suntik, maka dianjurkan untuk tidak melakukannya lagi. Selain itu, anak yang alergi terhadap kandungan polymyxin B, streptomycin, dan neomycin juga disarankan tidak menerima imunisasi ini.

Bagi anak yang sedang sakit yang cukup parah atau sedang, Anda perlu menunda pemberian imunisasi hingga anak benar-benar sembuh. Namun jika anak Anda hanya sakit ringan, seperti batuk dan pilek tanpa adanya demam, anak Anda tetap boleh menerima vaksinasi.

Imunisasi IPV atau OPV sebenarnya termasuk aman untuk dilakukan. Jadi, sekalipun efek samping mungkin dapat muncul setelah imunisasi, jangan jadikan hal tersebut sebagai alasan untuk tidak melakukan imunisasi ini. Jangan lupa, ingat terus dan perhatikan baik-baik kapan jadwal imunisasi anak Anda.

Author Info

admin

No Comments

Post a Comment