Cegah DPT Dengan Imunisasi

DPT adalah singkatan dari Difteri, Pertusis, dan Tetanus.

  • Difteri adalah infeksi bakteri yang memiliki efek serius pada selaput lendir hidung dan tenggorokan. Bakteri yang menyebabkan penyakit ini dapat menghasilkan racun yang merusak jaringan pada manusia, terutama pada hidung dan tenggorokan. Penyakit ini dapat menimbulkan lapisan tebal berwarna abu-abu pada tenggorokan sehingga dapat membuat anak sulit makan dan bernapas.
  • Pertusis atau yang lebih dikenal dengan batuk rejan adalah penyakit yang menyerang sistem pernapasan dan menyebabkan batuk parah. Jika anak di bawah satu tahun terkena penyakit ini, kemungkinan dapat terjadi pneumonia, kerusakan otak, kejang, bahkan kematian.
  • Tetanus adalah penyakit yang dapat menyebabkan kelumpuhan, kejang, serta kekakuan otot. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri. Berbeda dengan difteri dan pertusis yang menular, tetanus tidak ditularkan dari orang ke orang.

Ketiga penyakit yang berbeda ini memiliki risiko tinggi, bahkan sampai bisa menyebabkan kematian.

Pemberian Imunisasi DPT

Untuk mencegah ketiga penyakit diatas, maka jangan lewatkan imunisasi DPT. Imunisasi DPT pada anak-anak diberikan sebanyak lima kali sejak anak berusia 2 bulan hingga 6 tahun. Tiga pemberian pertama dilakukan pada usia 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan. Pemberian ke-4 pada usia 18-24 bulan dan pemberian terakhir pada usia 5 tahun.

Pemberian Imunisasi DPT

Dosis yang diberikan yakni satu kali suntikan setiap jadwal imunisasi. Setelahnya, dianjurkan untuk melakukan booster TD (imunisasi ulang Tetanus Difteri) tiap 10 tahun. Perhatikan beberapa kondisi anak Anda sebelum memberikan imunisasi. Jika anak Anda mengalami sakit parah pada saat tiba jadwal imunisasi, maka sebaiknya Anda tunggu hingga keadaannya membaik. Selain itu, jangan berikan imunisasi selanjutnya jika anak Anda memiliki kondisi seperti :

  • Setelah 7 hari mendapatkan suntikan, anak mengalami gangguan pada sistem saraf atau otak.
  • Muncul alergi yang cukup mengancam nyawa setelah anak mendapatkan imunisasi.

Segera periksakan ke dokter bila setelah imunisasi, anak Anda mengalami :

  • Demam di atas 400.
  • Anak tidak berhenti menangis setidaknya selama 3 jam.
  • Anak mengalami kejangatau pingsan.

Ingat! Dengan memberikan imunisasi yang lengkap pada anak, maka Anda telah memberikan perlindungan pada anak dari beberapa penyakit berbahaya. Ingat baik-baik kapan jadwal imunisasi anak Anda dan konsultasikan pada dokter jika anak menunjukkan gejala-gejala yang mengkhawatirkan setelah pemberian imunisasi.

Author Info

admin

No Comments

Post a Comment