(021) 424 8790 / 422 0214 info@inharmonyclinic.com

2 Jenis Imunisasi yang Boleh Diberikan Pada Ibu Hamil

Bunda, kita semua sudah mengetahui bahwa saat hamil, kita berbagi semuanya dengan si kecil. Hal ini juga sama pada saat kita mendapatkan vaksinasi / imunisasi. Vaksin yang disuntikkan ke dalam tubuh kita saat hamil akan menjadi perlindungan dini bagi si buah hati. Ada beberapa jenis vaksin yang memang tidak boleh diberikan pada ibu hamil, namun yang akan kita bahas pada artikel ini adalah jenis-jenis vaksin yang memang terbukti aman dan bahkan direkomendasikan bagi ibu hamil. Yuk kita simak penjelasannya

 

 1. Imunisasi Tdap (Tetanus, Difteri, Pertussis)

Vaksin ini direkomendasikan bagi Ibu hamil karena antibodi pertussis yang terbentuk pada tubuh Ibu juga akan masuk ke janin dan memberikan perlindungan pada si kecil dari lahir hingga berusia 2 bulan, saat dimana ia sudah bisa diberikan vaksin DPaT atau DPwT.

Pertussis atau yang juga dikenal dengan istilah batuk rejan atau batuk 100 hari adalah penyakit yang sangat mengganggu bagi orang dewasa dan bahkan bisa fatal jika bakterinya menjangkiti si buah hati.  Bagi orang dewasa, komplikasi dari penyakit ini diantaranya adalah berat badan menurun, kesulitan mengatur eksresi (air seni keluar begitu saja), dan keretakkan pada tulang rusuk. Pada bayi terkadang gejalanya tidak menimbulkan batuk namun bayi akan langsung sesak dan kesulitan bernapas.

Vaksin ini dianjurkan untuk diberikan kepada bunda pada trimester terakhir (antara minggu ke 27 hingga minggu ke 36) kehamilan.

 

2. Imunisasi Influenza

Di Indonesia yang cuacanya bisa dengan cepat berubah-rubah, vaksin influenza  sangat dianjurkan bagi ibu hamil. Pada saat kehamilan terdapat perubahan pada fungsi hati, jantung, dan sistem imunitas. Ini membuat Ibu hamil cenderung lebih mudah terkena flu dengan gejala yang lebih berat dibandingkan pada saat tidak hamil. Terkena influenza pada saat mengandung juga meningkatkan resiko kelahiran prematur.

Seperti pada vaksin Tdap, antibodi yang terbentuk pada ibu hamil juga akan didapat oleh janin. Antibodi ini akan terbawa hingga lahir dan melindungi bayi dari virus influenza. Vaksin Influenza baru bisa diberikan lagi pada bayi saat sudah berusia 6 bulan.

Sebelum Kehamilan

Bahkan semenjak sebelum kehamilan,  akan jauh lebih baik jika ibu sudah melengkapi seluruh imunisasi dan vaksinasi. Ini akan melindungi Ibu dan anak dari penyakit-penyakit yang berbahaya. Sebagai contoh, rubella adalah penyakit yang sangat mudah menular dan efeknya sangat berbahaya jika ibu hamil tertular penyakit ini. Penyakit ini bisa menyebabkan keguguran dan bahkan kecacatan serius pada bayi. Perlindungan terbaik melawan rubella adalah dengan melengkapi rangkaian imunisasi MMR maksimal satu bulan sebelum kehamilan.

 

Baca Juga :

Terlambat Imunisasi, Apakah Berbahaya?

Cara Mengatasi Demam Setelah Imunisasi

Imunisasi DPT – Reaksi Setelah Di Imunisasi

 

Author Info

Raden Dibi Irnawan

Journalist, Health Blogger, WHO Vaccine Safety Basics Certificate Holder @dibi_deer @vaksinasi

No Comments

Post a Comment