(021) 424 8790 / 422 0214 info@inharmonyclinic.com

Terlambat Imunisasi, Apakah Berbahaya?

Kesehatan anak tentunya selalu menjadi prioritas bagi kita semua. Dalam hal ini, imunisasi atau vaksinasi  memiliki peranan penting dalam mendukung kita menjaga anak tetap sehat. Akan tetapi terkadang situasi tidak memungkinkan kita untuk memberikan imunisasi tepat waktu, seperti misalnya anak sedang sakit saat waktunya tiba untuk imunisasi. Ini tentunya menimbulkan pertanyaan bagi kita semua, “nggak apa-apa nih anakku terlambat imunisasi?”  jawabannya : nggak apa-apa kok Bun! Ini penjelasannya…

 

Jika Anak Terlambat Imunisasi

Imunisasi yang terlambat diberikan bisa si kecil dapatkan nanti dikemudian hari. Istilahnya adalah imunisasi susulan atau bahasa bekennya, catch up immunization. Tentunya ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan.

Sebelum memutuskan untuk catch up immunization, sebaiknya kita konsultasikan ke dokter, perawat, atau bidan yang memahami vaksinasi terlebih dahulu. Ini karena kondisi dan situasi setiap anak berbeda, ditambah lagi ada beberapa jenis vaksin yang memang tidak diperbolehkan untuk kita catch up seperti misalnya vaksin rotavirus. Pada usia tertentu ada jenis vaksin yang sudah tidak dianjurkan lagi untuk diberikan pada anak. Misalnya vaksin HiB, saat anak berusia lebih dari 5 tahun, maka sudah tak perlu lagi diberikan.

Inilah hal utama yang perlu kita diskusikan dengan tenaga medis dalam merencanakan pemberian catch up immunization bagi si kecil:

  • Jenis vaksin
  • Dosis
  • Jeda waktu pemberian vaksin

Beberapa vaksin harus tetap diberikan meski usia anak sudah di masa sekolah, seperti :

Meksipun boleh kita kejar, akan tetapi memberikan si kecil imunisasi tepat waktu adalah prioritas utama. Manfaatkan juga program imunisasi yang pemerintah canangkan seperti misalnya program vaksin MR (campak-rubella), untuk melengkapi imunisasi si kecil.  Beberapa vaksin yang wajib diberikan pada anak bisa kita dapatkan secara gratis di posyandu atau puskesmas terdekat. Diantaranya adalah :

  • Hepatitis B
  • Polio
  • BCG
  • Campak
  • DPT, HB, HiB

Upayakan untuk memberikan semua vaksinasi di atas saat anak masih berusia di bawah 1 tahun ya Bunda. Ikuti juga panduan jadwal imunisasinya di link ini. Imunisasi diberikan sedini mungkin dengan harapan anak-anak kita nantinya sudah memiliki kekebalan terhadap penyakit-penyakit tersebut sebelum terpapar bakteri atau virusnya (pre-exposure). Sekian, semoga artikel ini cukup membantu kita semua dalam memahami imunisasi susulan / catch up immunization. Sampai jumpa di artikel berikutnya ya Bunda.

 

 

Baca Juga :

Imunisasi DPT – Reaksi Setelah Di Imunisasi

Cara Mengatasi Demam Setelah Imunisasi

2 Jenis Imunisasi yang Boleh Diberikan Pada Ibu Hamil

 

 

Author Info

Raden Dibi Irnawan

Journalist, Health Blogger, WHO Vaccine Safety Basics Certificate Holder @dibi_deer @vaksinasi

No Comments

Post a Comment